Baru mendapat cerita dari teman yang menjumpai kecelakaan pengendara motor. Terluka cukup parah, namun sayang kendaraan lain yang melintas tidak ada yang berniat untuk menolong. Semua melintas dan membiarkan saja pengendara motor tersebut tergeletak. Lalu sang teman tadi bernisiatif menolong, memanggil polisi dan mobil yang akan membawa pengendara tersebut ke Rumah Sakit terdekat.
Saya jadi berpikir, apakah jiwa menolong terhadap sesama sekarang sudah musnah? Berganti dengan jiwa egois dan mementingkan diri sendiri. Sudah tak perduli apakah tetangga kiri kanan memerlukan pertolongan. Padahal Rasulullah pernah bersabda tidak akan masuk surga seseorang apabila ada tetangganya yang kelaparan, sedangkan dia tidur dengan perut kenyang.
Kenyataannya sekarang dikomplek perumahan masing-masing memasang pagar yang tinggi menjulang demi kenyamanan pribadi. Dengan demikian terjadi jurang pemisah yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin. Si kaya tetaplah dengan kekayaannya dan si miskin semakin miskin dengan kemiskinannya, tanpa ada pertolongan sama sekali dari orang-orang yang mampu.
Padahal Allah Swt selalu mengingatkan kita untuk selalu menafkahkan sebagian harta kita kepada orang-orang membutuhkan pertolongan :
Saya jadi berpikir, apakah jiwa menolong terhadap sesama sekarang sudah musnah? Berganti dengan jiwa egois dan mementingkan diri sendiri. Sudah tak perduli apakah tetangga kiri kanan memerlukan pertolongan. Padahal Rasulullah pernah bersabda tidak akan masuk surga seseorang apabila ada tetangganya yang kelaparan, sedangkan dia tidur dengan perut kenyang.
Kenyataannya sekarang dikomplek perumahan masing-masing memasang pagar yang tinggi menjulang demi kenyamanan pribadi. Dengan demikian terjadi jurang pemisah yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin. Si kaya tetaplah dengan kekayaannya dan si miskin semakin miskin dengan kemiskinannya, tanpa ada pertolongan sama sekali dari orang-orang yang mampu.
Padahal Allah Swt selalu mengingatkan kita untuk selalu menafkahkan sebagian harta kita kepada orang-orang membutuhkan pertolongan :
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui." (Q.S. Al-Baqarah 267-268)
"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian" (Q.S. Adz Dzaariyaat 19)
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian." (Q.S. Al Muddatstsir 42-47)
"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku." (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. (Q.S. Al Haaqqah 25-35)
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (Q.S. Al Baqarah 177)
Demkianlah beberapa peringatan Allah akan penting kita menolong sesama yang membutuhkan. Bahkan di ayat terakhir dikatakan bukanlah dikatakan kebajikan kalau kita hanya menghadapkan wajah ke timur atau ke barat (shalat) kalau tidak dibarengi dengan salah satunya menyantuni orang-orang miskin.


09.17
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar