Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak akan lepas dari pergaulan. Ini tak dapat dipungkiri, karena manusia hidup memiliki ketergantungan dengan yang lain. Baik kepada orang tua, keluarga, sahabat, atau pun orang-orang disekitarnya.
Namun begitu, seseorang haruslah pandai-pandai memilih dan menentukan kawan dalam bergaul. Sebab, pengaruh pergaulan itu sangat besar terhadap perkembangan jiwa seseorang. Tak jarang akibat pergaulan yang sesat membuat seseorang menjadi terpuruk.
Tak sedikit pula orang yang pandai menempatkan diri dalam bergaul, kehidupannya menjadi lebih baik, tidak saja soal duniawi, tapi juga akhirat. Mungkin diantara anak-anakku ada yang pernah melihat seseorang yang hidupnya hancur karena salah bergaul. Sehingga, ia meratapi nasib malang yang menimpanya.
Nah, kali ini Bunda ingin mengingatkan kalian bahwa pandai-pandailah memilih kawan baik di sekolah maupun di lingkungan tempatmu tinggal. Pilihlah kawan yang memberimu manfaat. Maksudnya, bukan untuk kepentingan dunia, tapi untuk kepentingan akhirat. Rasulullah SAW mengingatkan kita, “Janganlah kamu berkawan kecuali dengan orang mukmin. Dan janganlah kamu makan, kecuali bersama dengan orang yang takwa”.
Jadi, kalau kamu ingin jadi anak yang shalihah, tak ada salahnya mulai sekarang kamu melakukan perubahan, baik sifat, tingkah laku, dan cara memilih kawan.
Sejumlah ulama pernah mengatakan, “berkawan dengan orang bodoh tetapi tidak suka mengumbar nafsunya, adalah lebih baik daripada dengan orang lain (berilmu) tetapi suka mengumbar hawa nafsunya.” Pesan ini mengingatkan kepada kita, bahwa sesungguhnya Allah SWt sangat membenci pada orang-orang yang suka mengumbar hawa nafsu.
Pesan para ulama pula, “Takutlah kamu berkawan dengan orang jahat. Karena kejahatan itu dapat menular, sebagaimana menularnya penyakit ke dalam tubuh orang sehat.”
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah mengumpamakan kawan yang baik itu seperti pembawa minyak wangi. Ada kalanya kamu diberi dan ada kalanya pula kamu memberi.
Dan yang pasti, kamu akan merasakan bau harum dari minyak wangi yang dibawanya. Sedangkan kawan yang buruk, diumpamakan sebagai peniup api. Kalau tidak terbakar pakaianmu, tentulah engkau akan mencium bau busuk darinya.
Semoga apa yang bunda sampaikan menjadi perhatian anak-anakmu semua, agar kelak kamu menjadi anak-anak yang berguna, baik untuk sesama teman, orang tua, kerabat, maupun orang-orang dilingkunganmu.


00.47
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar