Senin, 30 Juli 2012

Pribadi Berdzikir

Pribadi berdzikir, dzikir menjadi keparibadiannya. Allah tujuannya, Rasulullah Saw teladan dalam hidupnya. Dunia inipun menjadi surga, sebelum surga sebenarnya. Bumi menjadi masjid baginya. Rumah, kantor, bahkan hotel sekalipun menjadi musola baginya. Tempat ia berpijak, meja kerja, kamar tidur, hamparan sajadah baginya. Kalau dia bicara, bicaranya dakwah. Kalau dia berdiam, diamnya dzikir. Nafasnya, tasbih. Matanya, penuh rahmat Allah, penuh kasih sayang. Telinganya terjaga, pikirannya baik sangka, tidak sinis, tidak pesimis, dan tidak suka memfonis. Hatinya, subhanallah, diam-diam berdoa, doanya diam-diam. Tangannya bersedekah, kakinya berjihad, ia tidak mau melangkah sia-sia.  Kekuatannya, silaturahim. Kerinduannya, tegaknya syariat Allah. Kalau memang haq tujuannya, maka sabar dan kasih sayang strateginya. Asma aminiina, cita-citanya tertinggi, teragung, syahid di jalan Allah. Dan sungguh menarik, kesibukannya, ia hanya asyik memperbaiki dirinya, tidak tertarik mencari kekurangan apalagi aib orang lain. Hadirilah, majelis-majelis dzikir. Raihlah kepribadian berdzikir dengan selalu hadir menikmati hidangan Allah terlezat, dzikrullah.

= = =  = = = = = = = = = == = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = = = =
= = = = = = = = = == = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =  

Rasulullah Saw memulai hidup dengan Qiyamul Lail. Tahajud, adalah shalat pilihan. Tidak sembarang hamba Allah yang mampu, mau melakukah Qiyamul Lail. Smua kita bisa bangun malam, tapi belum tentu mau shalat malam, kecuali hamba pilihannya. Karena itu benar-benar hamba terpilihlah yang mau melakukan Qiyamul Lail. Kemuliaan seorang mukmin itu adalah shalat tahajudnya, itulah yang membuat mereka mulia. Orang kalau tahajud jiwanya hidup. Gimana ga hidup, saat malam, saat orang terlelap dalam peraduan tidur ia bangun. Melek mata hatinya. Di tengah kegelapan dia mengakses nur hidayah Allah pada dirinya. Tidak heran malaikat pun yang diciptakan dari cahaya, terkagum-kagum sehingga hormat kepada hamba Allah yang tahajud.
Inilah 7 sunah harian Rasulullah Saw :
1.    Tahajud à kita akan mendapatkan nur hidayah.
2.    Membiasakan membaca Al-Qur’an à kita akan dibimbing selalu oleh Allah.
3.    Langkah kaki ke masjid, shalat berjamaah à Niscaya kita akan menjadi hamba Allah yang berkat.
4.    Jaga shalat dhuha à Allah mudahkan untuk mendapat rezeki.
5.    Jaga sedekah setiap hari à maka Allah mudahkan setiap urusan kita.
6.    Biasakan menjaga wudhu à malaikat pun terus menerus mendampingi dan mendoakan kita.
7.   
Lakukan ini terus menerus, mumpung masih hidup. Dunia ini jihad, dunia ini berjuang, berkorban. Capek-capek memang tempatnya dunia ini. Kalo begitu kapan dunk istirahatnya? KEMATIAN, itulah istirahatnya. “Tidaklah aku lihat kematian itu kecuali kebahagiaan”. Dan itu ungkapan para waliyallah. 7 sunah adalah diantara persiapan kita menghadap Allah SWT. Kematian à kerinduan. Karena mati pintu berjumpa dengan Allah. Di dunia ini kita menanam, ada saatnya kita memetik.

 
Perhebat istighfar à Allah pun sayang pada kita.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons